Ultralearning, Gandakan Proses Belajar 10x Lipat

Di antara buku yang membahas teknik belajar, Ultralearning adalah salah satu buku yang membahas proses belajar dengan baik. Ia menamakannya sebagai ultralearning, metode mempelajari suatu skill dengan mandiri dan dilakukan secara efektif dan efisien.

Kalau kamu ragu dengan isinya, bisa coba baca Chapter 1 dari bukunya. Aku sendiri menilai keberadaan Chapter 1 sebagai hook yang akhirnya membawaku untuk memutuskan membaca ini di Kindle.

Pada intinya, ultralearning itu sebuah strategi yang berisi kiat bagaimana mempelajari spesifik skill secara intensif dan efisien. Nah, skill belajar efisien ini penting karena membawa dampak positif, seperti lebih confidence, punya marketable skill, dan tentunya mempetinggi kemungkinan kita untuk sukses di suatu bidang.

Scott membagikan prinsip dari ultralearning menjadi 9. Tetapi dalam artikel ini, aku akan menjelaskan prinsip ini berdasarkan kebutuhan penggunaan.

3 Persiapan Menjadi Ultralearners

Scott berargumen bahwa dalam self-study, kita harus banyak proaktif. Oleh sebab itu, harga yang ditawarkan dari self-study adalah tentang efisiensi waktu dan biaya dibanding pendidikan formal.

Dengan kita mempersiapkan beberapa hal fundamental sebelum melakukan komitmen, kemungkinan besar proses belajar kita bisa dilakukan dengan lebih terarah.

1. Identifikasi Why

Mengenali why itu beneran penting banget, James Clear di bukunya juga kurang lebih menyinggung topik yang sama yaitu mengenai membangun identitas, membangun core value.

Ada 2 motivasi, yaitu eksternal dan internal. Keduanya sama bagusnya, tetapi yang perlu diperhatikan adalah pegang selalu motivasi atau inspirasi yang membuatmu berkomitmen. Makin kuat why-nya, makin besar pula kemungkinan kita untuk bertahan selama proses belajar.

Intinya, faktor motivasi ini bisa menjadi alasan untuk bertahan. It’s either for money reason, or just enjoyment.

2. Research Topik Pembelajaran

Scott berargumen untuk mencari 3 hal, facts, concepts, dan procedures dari setiap skill yang mau kita pelajari.

Facts adalah informasi yang butuh kita hafalkan. Intinya, kita hanya butuh untuk menghafalnya aja, contohnya adalah menghafal vocabulary.  

Concepts adalah hal-hal yang menjadi fundamental dari suatu materi. Mengenai aspek ini, perlu kita pahamin dengan detail penjelasan dari akarnya, lebih dari sekadar menghafal.

Procedures adalah hal-hal yang perlu dilatih dan dipraktikkan langsung.

3. Strategi dan Rencana Belajar

Setelahnya, kita harus menyusun proses belajar. Pada fase ini kita bisa menggunakan benchmark atau mencaritahu bagaimana mempelajari ini.

Sederhananya bisa melihat silabus, atau membaca dari pengalaman orang lain, dan lain sebagainya untuk memberikan kita gambaran besar mengenai strategi yang mau kita ambil. Kemudian, kita menentukan prioritas dari apa yang mau dipelajari. Misalnya untuk kebutuhan menjadi staff di rumah sakit, seorang kiranya hanya perlu belajar vocabulary mengenai rumah sakit saja. Prioritaskan vocabulary rumah sakit, dan pelajari kemudian vocabulary topik lainnya.

Pada tahap ini juga kita menentukan goals, aku saranin pakai framework SMART yang memasukkan tenggat waktu supaya pembelajaran kita lebih terukur.

Proses Melakukan Ultralearning

1. Focus

Dengan fokus, makin besar otak kita bisa menerima pembelajaran. Apalagi, saat ini kita makin mudah terdistraksi dengan sosial media, tv series, dan bentuk dopamine lainnya. Makanya, kita perlu pintar dalam mendesain lingkungan sekitar, misalnya memilih tempat yang sepi untuk belajar, menjauhkan hp saat kita belajar, membuat timer, atau langsung belajar aja. Sama seperti prinsip 2-minute rule yang dijelaskan juga pada artikel ini.

2. Directness

Scott berargumen bahwa dengan mempraktikkan langsung dari suatu pembelajaran, otak kita lebih mudah menyesuaikann hasilnya. Misalnya, alih-alih membaca buku cara menjadi public speaker yang baik, kita bisa memilih bergabung dalam kompetisi public speaking.

Intinya, cari tempat yang mendorong kamu untuk mempraktikkan langsung materi tersebut.

3. Retention

Dalam proses belajar, kita perlu melakukan tes dan re-learning, gunanya agar tidak lupa. Perlu diingat bahwa ada forgetten cues, yang mana kita bisa lupa jika tidak dipelajari kembali. Oleh karena itu, menurutnya belajar secara konsisten, sekaligus mengulang bacaan materi, atau mengetes diri sendiri itu salah satu krusial yang membuat proses belajar kita makin efektif.

Penyempurna Proses Belajar

Nah 3 hal ini bagiku adalah penyempurna dari belajar, aku sangat saranin untuk mengikutkan prinsip ini dalam proses belajarmu.

1. Intuition

Pada tahap ini, kita memperluas pengetahuan kita mengenai topik pembelajaran. Setelah tahu topik beginner, bergeraklah ke level intermediate dan advance. Ini yang membedakan awam dengan expert, expert mendalami lagi materinya sehingga bisa memahami prinsip dan bisa punya banyak perspektif dalam solving problem.

2. Experimentation

Menurutnya, belajar aja nggak cukup, perlu suatu hal yang mendorong kita untuk mengaplikasikan skill yang dipelajari itu. Bentuknya adalah project, project inilah yang menjadi ruang kita bereksperimen.

Menurutku ini penting banget supaya pembelajaran kita lebih matang dan kita bisa menggunakan ilmu tersebut. Funfact, website ini adalah ruang eksperimenku untuk belajar mengenai SEO dan content writing. Dampaknya adalah aku lebih punya ‘beban mental’ dalam bertanggung jawab untuk belajar dan menjadi bagus di bidang ini.


Itu adalah hal-hal yang kuambil dari 9 prinsip ultralearning. Saranku, coba refleksikan skill apa yang mau kamu pelajari dan langsung praktikkan saran-saran dari buku ini.

Temukan tips belajar lainnya dari buku bagus pada halaman book notes Education.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *