review indonesia the making of a manager

The Making of a Manager: Bagaimana Menjadi Manajer Tim yang Baik?

Buku The Making of a Manager adalah buku yang kuharapkan aku baca sebelum menjadi kepala divisi di organisasi saat di kampus. Buku ini bagiku sangat membantu kita dalam memahami hal fundamental dari manajer itu sendiri. Penulisnya pun, Julie Zhuo adalah orang yang expert dengan aktivitas manage banyak orang, salah satunya saat menjadi Vice President of Product Design di Facebook.

“It’s OK if you don’t know what you’re doing. Nobody else does either,” Penulisnya argue bahwa great managers are made, not born. Jadi kemampuan untuk menjadi handal di bidang manajer itu sangat bisa dipelajari.

Berikut 3 key takeaways yang aku pelajari:

Ketahui Tujuan Menjadi Seorang Manajer

Menjadi manajer berarti ia juga menjadi leader (pemimpin), ia memfasilitasi tim untuk mencapai tujuan besar yang diharapkan, ini menuntut seorang manajer untuk bisa menggunakan resources yang tersedia dan pada akhirnya bisa mencapai output yang maksimal.

Yap, ini definisi utamanya, ia bertanggungjawab dalam manage people dan menyelesaikan masalah terkait agar bisa mencapai tujuan yang ditentukan. Aku rasa definisi ini applicable sama semua title manajer yang ada, baik itu pada skala besar seperti perusahaan, ataupun di organisasi dengan tim yang kecil.

Setidaknya, ada dua perilaku yang harus dimiliki seorang manajer:

1. Bisa Beradaptasi Dengan Baik

Serius, sifat ini penting banget. Seorang manajer akan dinilai berdasarkan outcomes tim-nya. Akan ada banyak bentuk masalah yang dihadapi oleh tim, tugas manajer adalah menyelesaikan masalah-masalah ini. Inilah mengapa Zhuo juga bilang manajer itu bukan spesifik pada satu role saja, karenanya adaptasi adalah poin penting dari manajer.

2. Bisa Enjoy Berinteraksi dengan Banyak Orang

Sebagian besar waktu manajer akan berhubungan dengan tim, baik itu memotivasi mereka, memberikan feedback, menegur kesalahan mereka, dan mungkin kita juga akan banyak mendengarkan keluhannya. Zhuo menyampaikan jika kamu tidak bisa memberikan support, tidak enjoy berinteraksi, besar kemungkinan karir manajer tidak cocok untukmu.

Menyampaikan Visi atau Purpose kepada Tim

Manajer harus banget paham apa visi dari perusahaan atau organisasinya, dan penting untuk bisa mengartikulasikan visi tersebut dengan jelas kepada tim. Menurut Zhuo, ketika orang merasa tidak connected dengan visi tersebut, performa mereka akan cenderung buruk, ibarat tidak mempunyai sense of purpose

The first big part of your job as a manager is to ensure that your team knows what success looks like and cares about achieving it.

— Julie Zhuo

Dengan mempunyai gambaran why yang jelas, tentu setiap keputusan dan aktivitas yang dikerjakan akan berdampak baik pada perusahaan. Jadi itu salah satu pesan dari buku ini, komunikasikan visi terhadap tim dan pastikan pekerjaan yang dilakukan tim adalah bagian dari proses mencapai visi tersebut.

Membangun Trust dalam Tim

Poin selanjutnya, Julie memberitahu bahwa dalam tim, manajer perlu terus membangun keseluruhan tim dan orang-orangnya untuk memastikan bisa perform dengan baik. Penting bagi manajer untuk membentuk lingkungan tim yang suportif dan lebih berempati. 

Pertama, manajer perlu menunjukkan kepedulian yang genuine agar terbentuk trust dari anggota tim. Maksudnya, ketika tim tidak percaya dengan manajer, tentu mereka sulit untuk bersifat terbuka. Hal yang paling dekat adalah ketika anggota tim tidak mau memberitahu kesulitan yang dihadapi saat bekerja.

Karenanya, Zhuo menyarankan bertindak transparan dengan tim, komunikasikan ekspektasi dan feedback yang baik dengan tim, tapi juga klarifikasikan bahwa intensi dari tindakanmu adalah semata untuk kemajuan tim. You have to truly feel the care for them. Sekali lagi, menunjukkan kepedulian kepada tim menjadi satu pondasi yang membentuk trust dari anggota tim.

Kedua, memberikan feedback. Tapi bagaimana feedback yang baik? Ada dua jenis feedback menurut Zhuo, micro-level dan macro-level. Dan susunlah kalimat feedback dengan berfokus pada perilaku dan dampaknya. Tekankan pada dua hal itu, baik saat berbicara feedback di level micro maupun macro.

Micro-level feedback ini menyangkut tugas spesifik yang anggota tim selesaikan. Misalnya, saat dia menyelesaikan tugas dengan baik, langsung berikan apresiasi dengannya. 

Lalu, pada macro-level feedback, ini berkaitan dengan perilaku yang berpola dan terus menerus berulang pada dirinya. Nah, pada feedback jenis ini jangan terlalu sering diberikan. 

Misalnya, mereka selalu mepet deadline dan ternyata itu berdampak pada hasil kerjanya. Nah sampaikan pesan tersebut dan beritahu juga perbaikan apa yang kita harapkan setelahnya. 

Contohnya, “Saya dapat kabar bahwa klien harus menunggu lagi dokumen report yang seharusnya sudah kamu kirimkan, dan juga sebenarnya saya notice bahwa kamu beberapa kali suka mepet deadline. Ini bisa berdampak buruk pada kantor kita karena dianggap menunda-nunda pekerjaan.” Bentuk feedback seperti ini bagus karena fokus pada perilaku dan dampak dari perilakunya. 

Selanjutnya, kita bisa tanyakan apa masalah yang dihadapinya, dan sampaikan juga apa yang kita ekspektasikan dari perbaikan tersebut. “Next, klien minta dikirimkan dokumen lagi, dan saya mau kamu perbaiki kemampuan time management dan segera mungkin mencicil pekerjaan tersebut.”

Poinnya adalah kita sebagai manajer mendorong perubahan baik terhadap tim sehingga tahap meminta upaya perbaikan adalah hal krusial dari sebuah feedback


Julie Zhuo menuliskan argumennya dengan efektif, dengan sub-bab yang terstruktur, dan tiap sub-bab dibahas dengan reason yang cukup, tidak bertele-tele.

Itu adalah poin-poin yang kupelajari, dan secara keseluruhan aku menilai buku ini bagus untuk menjadi guidance, bahkan yang bukan manajer pun kurasa bisa mendapatkan insight yang bisa diaplikasikan dalam berhubungan dengan rekan kerja atau tim, misalnya tips dari Zhuo cara memberikan feedback.

Terakhir, kamu juga bisa nonton video dari Jeff Su yang bahas juga buku ini. Karena dia aku jadi memutuskan untuk lanjut kepoin bukunya di Kindle.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *