building a second brain

Building a Second Brain, Begini Cara Efisiensi Kerja Otak

Building a Second Brain sederhananya adalah buku yang menjabarkan suatu metode sistematis dalam mengorganisir dokumen, yang memudahkan kita untuk connecting ideas.

Buku ini menawarkan solusi di mana banyak dari kita merasa overwhelmed dengan semua informasi yang ada, yang pada akhirnya tidak bisa kita manfaatkan dengan baik fungsi dari tiap informasi dan dokumen yang kita punya.

Contohnya adalah kita rutin membuat catatan dari materi yang kita buat, namun karena kita tidak mengorganisir secara sistematis, catatan tersebut sulit kita temui, dan dampaknya adalah kita tidak bisa membuka akses untuk membaca catatan tersebut.

Hal tersebut memang terlihat sepele, namun karena inilah perlu ada Second Brain yang seharusnya membantu kerja otak kita dan memudahkan alur pekerjaan kita.

Apa Pentingnya Second Brain?

Sederhananya, Second Brain itu penting untuk memudahkan kerja otak manusia.

Tiago Forte percaya bahwa dengan sistem penyimpanan yang benar, itu bisa makin membawa kerja kita efisien dan karenanya memudahkan alur kerja otak supaya bisa memunculkan ide-ide kreatif. Dia juga percaya, zaman sekarang pengetahuan itu sumbernya ada banyak, tetapi yang sulit adalah bagaimana bisa menyimpan itu semua dan menjadi sumber yang beneran berguna.

Jawabannya melalui sistem penyimpanan eksternal, ini yang disebut sebagai Second Brain. Karena kapasitas otak kita untuk menyimpan pengetahuan itu terbatas, karenanya butuh bantuan aplikasi untuk menyimpan dan mencatat pengetahuan tersebut.

Sampai sini, dapat ditarik kesimpulan bahwa Second Brain gunanya adalah untuk menyimpan ide dan informasi penting lainnya untuk membuat efisiensi dalam bekerja.

Karena erat dengan penyimpanan eksternal, Second Brain selalu dikaitkan dengan aplikasi seperti Notion, Google Drive, Notes, dsb, yang fungsi utamanya untuk mencatat dan mengorganisir file.

Bagaimana Penyimpanan ala Second Brain?

Sistem utama dari second brain adalah PARA, yang berarti, Project, Areas, Resources, Areas. Tetapi, ada dua folder yang tidak kalah penting, yaitu folder Inbox dan folder Management.

metode para second brain

Buku ini menjelaskan bahwa salah satu sistem organize folder yang benar adalah mengkategorikan berdasarkan fungsinya. Di bawah ini adalah 6 sistem yang dibuat berdasarkan fungsinya:

1. Inbox, Folder Awal dari Seluruh Catatan

Inbox itu sebagai awalan tempat dari tiap informasi yang mau kamu catat. Penulisnya berargumen bahwa kita nggak boleh keberatan mikir, sehingga kegiatan mencatat itu harus mudah dan nggak banyak hambatan.

Karena itu, di awal masukkan setiap informasi yang didapat ke dalam folder Inbox. Setelahnya, barulah kita organize catatan tersebut ke dalam folder yang sesuai fungsinya.

Misalnya kamu telah menulis catatan kecil dari artikel yang baru kamu baca, nah itu sebaiknya langsung dicatat saja di dalam Inbox, alih-alih memikirkan catatan ini harus dimasukkan ke dalam folder yang mana.

Ingat prinsipnya, kurangi barrier dalam mencatat.

2. Management, Folder Untuk Memantau Progress

Folder ini tujuanya untuk memantau bagaimana perkembangan dari Project atau program yang sedang kamu kerjakan, biasanya berupa to-do-list dan percentage dari pekerjaan. Fungsi dari folder ini ialah mendorong kamu untuk menyelesaikan Project atau ‘ongoing event‘ dan menjaga kamu tetap fokus dalam pengerjaan tersebut.

3. Projects, Mencakup Hal-Hal Yang Sedang Dikerjakan

Nah, contohnya adalah folder kuliah, folder project freelance, folder suatu event, yang pada intinya berisi aktivitas yang saat ini sedang kamu kerjakan.

4. Areas, Folder Tentang Interest Kamu

Aku agak sulit mendefinisikan ini, tapi pada intinya adalah Areas berisi folder tentang aktivitas yang selalu bersinggungan sama kehidupan kamu. Misalnya adalah folder personal finance, folder resep masakan, folder work out, dsb.

These are the things that maintained over time.

5. Resources

Sesuai namanya, folder ini mencakup sumber apapun itu yang tertarik kamu pelajari, tapi bukan menjadi fokusmu untuk saat ini.

6. Archive, Mencakup Folder yang Sudah Selesai

Folder terakhir ini berisi Project ataupun Areas yang sudah tidak menjadi fokusmu saat ini.

Misalnya folder “Kelas Dasar-dasar Ilmu Politik”, nah ketika kelas tersebut selesai, foldernya bisa kamu pindahkan ke dalam Archive. Ini menandakan bahwa kamu sudah menyelesaikan event tersebut, tetapi bukan berarti kamu hapus. Hanya saja menyimpannya dalam Archive supaya nanti bisa ditemukan kembali jika kita membutuhkan.

Ini adalah salah satu template Notion yang dibuat dengan menggunakan metode penyimpanan Second Brain.

Tapi, sekali lagi, aplikasi yang digunakan bebas boleh apa saja, yang terpenting adalah konsistensi dalam memakainya.


Pada artikel ini aku telah menjelaskan pentingnya Build a Second Brain dan bagaimana implementasinya dalam folder penyimpanan digital. Tujuan utama yang diharapkan adalah kita bisa mengefisiensi kerja kita.

Bayangkan jika kita ikut kompetisi esai topik Green Economy, dan ternyata kamu juga pernah mencatat materi Green Economy pada suatu kelas, tentu hal tersebut memudahkan kita dalam menyelesaikan kompetisi tersebut, bukan?

Sekali lagi, set up di awal memang cukup memakan waktu, karenanya pilih aplikasi yang memudahkan dirimu dan nggak banyak kesulitannya, sehingga bisa menunjang kebutuhan kita dalam mencatat informasi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *